Sabtu, 16 Januari 2010

MENJADI GURU PROFESIONAL

Tujuan Pendidikan Islam
Tujuan pendidikan adalah sebuah target yang menjadi panduan dilakukannya proses – proses pendidikan. Dengan menetapkan sebuah tujuan maka menjadi jelaslah arah melangkah menuju tahapan yang ingin dicapai.Adapun tujuan pendidikan dalam islam adalah dalam rangka membentuk manusia yang memiliki :
1. Kepribadian Islam : tujuan yang pertama ini merupakan konsekuensi keimanan
seseorang muslim agar teguh dalam memegang identitas kemuslimannya dalam kehidupan sehari-hari.
2. Menguasai Tsaqafah Islamiyah dengan handal : Islam tidak mengenal dikotomi ilmu dalam pendidikan. Tsaqofah Islam (bahasa Arab, sirah nabawiyah, ulumul Qur’an, tahfidzul Qur’an, ulumul hadist, ushul fiqh dan seterusnya) tetap wajib dipelajari agar pengkajian dan penerapan ilmu umum tidak membahayakan aqidah kaum Muslimin
3. Menguasai Ilmu-Ilmu Terapan (IPTEK) :Menguasai IPTEK dimaksudkan agar umat Islam dapat memajukan peradaban dengan berbagai inovasi yang kreatif sebagai sarana untuk memudahkan umat menjalankan kewajibannya dan mendapatkan haknya sebagai muslim.
4. Memiliki Skills yang tepat dan berdaya guna : Penguasaan ketrampilan merupakan tuntutan yang harus dilakukan umat Islam dalam rangka pelaksanaan amanah Allah Swt.
Dalam proses pendidikan keberadaan seorang guru sangat penting, apalagi di Sekolah Dasar yang merupakan kelanjutan taman kanak – kanak menempati posisi yang sangat penting dan strategis. Di sana diletakkan dasar – dasar pembentukan kepribadian dan pembekalan ilmu – ilmu kehidupan. Siswa atau peserta didik akan terwarnai oleh shibghah (celupan) tertentu yang dikehendaki, yang akan sangat berpengaruh terhadap corak hidupnya di masa depan. Pentingnya pendidikan di masa ini telah diisyaratkan oleh Rasulullah SAW dalam sabdanya ;
“ Al’ilmu fish shighari kan naqsyi fil hajari “.
( Menuntut) ilmu pada masa kecil bagai mengukir di atas batu). (HR. Baihaqi dan Thabrani dalam al Ausath).
Hadits di atas bermakna bahwa pendidikan di masa kanak – kanak sangatlah penting. Pada masa ini, anak – anak masih relatif murni, bersih akal dan hatinya serta sangat kuat ingatannya. Demikian pentingnya pendidikan di masa ini dan pengaruhnya bagi kehidupan anak di masa mendatang, hingga Rasulullah yang mulia mengibaratkan bagai “ mengukir di atas batu”. Artinya, pendidikan yang diterima akan sangat kokoh menancap di dalam diri anak dan pengaruhnya akan sangat membekas di masa mendatang.
Sehubungan dengan hal ini penting bagi seorang guru untuk melakukan upaya profesional yang merupakan aspek tersendiri serta kemampuan untuk mencurahkan profesionalitas seorang guru bukan hanya sekadar mengajar tetapi juga mendidik. Karena sesuai dengan perkembangannya anak akan lebih mudah mengikuti teladan perilaku yang bersifat visual dibandingkan dengan materi yang disampaikan secar klasikal dan verbalistik. Selain itu anak juga lebih cenderung meneladani guru yang juga melakukan sesuatu seperti yang ia ajarkan kepada anak didiknya.
Berdasarkan hal ini maka guru perlu memiliki kualifikasi sebaga berikut:
1. Amanah : bertanggung jawab dalam keberhasilan proses pendidikan. Ia betul-betul memiliki komitmen yang tinggi untuk membentuk kepribadian Islam pada diri peserta didik. Bila tidak, pendidikan yang diharapkan unggul hanya aka menjadi impian.
2. Kafa’ah (skill/keahlian) di bidangnya. Pengajar yang tidak menguasai bidang yang diajarkannya baik dalam aspek iptek dan keahlian maupun tsaqofah Islam tidak akan mampu memberikan hasil optimal pada para peserta didik. Dengan demikian, penguasaan materi yang akan diajarkan penting dipahami oleh pengajar yang bersangkutan. Dalam keseharian, seorang guru/dosen didorong mengembangkan wawasan, baik terkait dengan dunia pendidikan secara umum maupun bidang ilmu yang menjadi spesialisasinya. Dituntut pula memahami dengan seksama aspek paradigma pendidikan yang menjadi landasan visi, misi dan tujuan pendidikan sesuai jenjangnya.
3. Himmah (etos kerja yang baik). Disiplin, bertanggung jawab, kreatif, inovatif dan taat kepada akad kerja dan tugas merupakan salah satu karakter orang yang beretos kerja tinggi
4. Berkepribadian Islam. Guru harus menjadi teladan bagi siswa/mahasiswanya agar tidak hanya sekedar menjalankan fungsi mengajar, melainkan juga fungsi mendidik. Artinya,upaya menanamkan kepribadian Islam kepada peserta didik harus dimulai dengan tersedianya guru yang berkepribadian Islam kuat.

Tidak ada komentar:

Poskan Komentar